Kamis, 02 April 2020

Pengembangan Perangkat Lunak SDLC

Pengembangan Perangkat Lunak SDLC

Muhammad Imam Naufal JD 
NIM (1901301068)
Kelas : 2B


1.Pengertian SDLC

SDLC (System Development Life Cycle) atau Siklus Hidup Pengembangan Sistem  adalah pendekatan bertahap untuk melakukan analisa dan membangun rancangan sistem dengan menggunakan siklus yang spesifik terhadap kegiatan pengguna (Kendall & Kendall, 2006).

2.Tahapan SDLC

1.Perencanaan
Fase perencanaan adalah sebuah proses dasar untuk memahami mengapa sebuah sistem harus dibangun. Pada fase ini diperlukan analisa kelayakan dengan mencari data atau melakukan proses information gathering kepada pengguna.
2.Analisa
Fase analisa adalah sebuah proses investigasi terhadap sistem yang sedang berjalan dengan tujuan untuk mendapatkan jawaban mengenai pengguna sistem, cara kerja sistem dan waktu penggunaan sistem. Dari proses analisa ini akan didapatkan cara untuk membangun sistem baru.
3.Rancangan
Fase perancangan merupakan proses penentuan cara kerja sistem dalam hal architechture design, interface design,
database dan spesifikasi file, dan program design. Hasil dari proses perancangan ini akan didapatkan spesifikasi system.
4.Implementasi
Fase implementasi adalah proses pembangunan dan pengujian sistem, instalasi sistem, dan rencana dukungan sistem.

3.Model SDLC


Penjelasan mengenai model-model seputar SDLC dapat dibagi menjadi 5 model :
1.Waterfall: Model ini menggunakan pendekatan secara sistematis dan sekuensial yang mulai pada tingkat requirment sampai tingkat maintenance.
Kelebihan : Proses menjadi teratur, Jadwal menjadi lebih menentu, Proses mudah dipahami dan jelas, Mudah dalam pengelolaan proyek, Kondisi   requirment jelas.
Kelemahan : Sifatnya kaku, karena tidak mudah tanggap dalam menanggapi segala perubahan, Membutuhkan daftar kebutuhan yang lengkap diawal, Proses pengembangan relative lama, dikarenakan tahap selanjutnya bisa dilakukan jika tahap sebelumnya selesai dikerjakan.


2.Prototype: Model ini merupakan model pengembangan software yang mengijinkan pengguna/user memiliki gambaran awal tentang program yang akan dikembangkan serta melakukan pengujian awal.
Model prototype juga memberi fasilitas bagi pengembangn dan user untuk saling terkait dan berinteraksi.
Kelebihan : Fleksibel Bersifat aktif sehingga user dapat melihat, merasakan, dan mengalami proses pengembangan, Perbaikan kesalahan relative cepat.
Kelemahan : Mengurangi kreatifitas perancangan, Cakupan pengembangannya sistem dapat lebih luas.

3.Rapid Application Development (RAD): Merupakan Model pengembangan yang menggunakan pendekatan orientasi komponen terhadap pengembangan perangkat lunak. Model ini bertujuan mempersingkat waktu yang biasanya diperlukan dalam siklus hidup pengembangan konvensional.
Kelebihan : Pengembangan yang cepat, Adanya prototype, Pengurangan penulisan kode yang kompleks, dikarenakan reuse code yang sudah ada.
Kelemahan : Tidak relevan untuk proyek skala besar, memerlukan komitmen yang kuat antara pengembang dengan consumer, membutuhkan sumber daya yang besar untuk proyek skala besar, Tidak relevan untuk proyek skala besar, memerlukan komitmen yang kuat antara pengembang dengan consumer, membutuhkan sumber daya yang besar untuk proyek skala besar.


4.Spirall: merupakan model pengembangan perangkat lunak yang evolusioner yang memadukan sifat iteratif model protype dan aspek sisematis dari mode sekuensialVersion Release meningkat setiap iterasi terjadi.
Kelebihan : Cocok untuk proyek skala besar, Manajemen kesalahan baik, Menggunakan prototype sebagai mekanisme pengurangan resiko dan pada setiap keadaan didalam evolusi produk.
Kelemahan : Waktu pengembangan cukup lama, Dibutuhkan ahli dalam penanganan resiko, Kesulitan dalam meyakinkan konsumen.

                               

5.Incremental: merupakan model pengembangan perangkat lunak yang menggabungkan elemen-elemen model waterfall dengan filosofi  iterative dari prototyping.
Kelebihan : Menghasilkan perangkat lunak yang berfungsi dengan cepat dan lebih awal selama siklus hidup perangkat lunak, lebih fleksibel dan lebih murah untuk mengubah ruang lingkup dan kebutuhannya .
Kelemahan : Membutuhkan sistem yang lengkap sebelum dipecah menjadi beberapa increment dan total biayanya lebih banyak dari pada model waterfall.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar